15 Villain Terjahat Di Breaking Bad: Dari Saul Goodman Sampai Gus Fring

15 Villain Terjahat di Breaking Bad: Dari Saul Goodman hingga Gus Fring

Breaking Bad bukan hanya menceritakan transformasi Walter White dari seorang guru kimia menjadi penguasa narkoba, tetapi juga menggambarkan ekosistem kejahatan yang kompleks, tempat setiap karakter memiliki tingkat moralitas yang berbeda-beda. Serial karya Vince Gilligan ini memperkenalkan berbagai villain yang ikonik, mulai dari yang bermoral abu-abu hingga yang benar-benar psikopat. Berikut adalah daftar 15 villain paling kejam yang pernah muncul di Breaking Bad, disusun dari yang jahat biasa hingga yang paling mengerikan.

15. Saul Goodman

Jimmy McGill, atau yang lebih dikenal sebagai Saul Goodman, adalah seorang criminal lawyer yang sebenarnya lebih cocok disebut “Criminal” lawyer dalam arti sesungguhnya. Meskipun terlibat dalam berbagai skema ilegal seperti pencucian uang, korupsi, dan membantu Walter White menjalankan operasi meth, Saul lebih sering beroperasi di wilayah abu-abu dibandingkan villain lain dalam daftar ini. Ia adalah seorang oportunis yang mengutamakan keuntungan daripada moralitas, tetapi ia tidak pernah secara langsung membunuh atau menyiksa siapa pun. Saul merupakan villain yang paling “ringan” di Breaking Bad universe, dan hal itulah yang membuatnya layak mendapat seri spin-off Better Call Saul, tempat kita dapat melihat sisi humanis dan pergulatannya.

14. Victor

Victor adalah seorang enforcer loyal milik Gus Fring yang dikenal efisien dalam menjalankan setiap perintah. Ia terlibat dalam berbagai aksi kriminal, termasuk pembunuhan dan intimidasi. Namun Victor juga menjadi simbol bahwa dalam dunia kartel, bahkan loyalitas tidak menjamin keselamatan. Meski berperan dalam banyak kejahatan, Victor hanya bertindak sesuai instruksi dan jarang mengambil inisiatif untuk melakukan kejahatan di luar perintah.

13. Juan Bolsa

Juan Bolsa adalah anggota kartel tingkat tinggi yang berperan sebagai perantara antara Gus Fring dan kartel dari Meksiko. Ia terlibat dalam perdagangan narkoba skala besar dan tidak ragu menggunakan kekerasan untuk menjaga stabilitas operasinya. Sebagai seorang pebisnis dalam dunia kejahatan, Bolsa lebih mengutamakan diplomasi daripada pertumpahan darah, tetapi tetap bersedia menyetujui pembunuhan bila dianggap perlu. Karakternya menggambarkan sisi “korporat” dari bisnis narkoba, di mana keputusan soal hidup dan mati dibuat dengan perhitungan dingin. Kematian Bolsa yang ditembak oleh federales menegaskan bahwa dalam dunia kartel, tidak ada seorang pun yang benar-benar aman dari konsekuensi.

12. Gretchen Schwartz

Gretchen Schwartz dianggap berlebihan atau bahkan kontroversial apabila dimasukkan dalam daftar villain, tetapi perlakuannya terhadap Walt di masa lalu menjadi salah satu katalis yang mendorong Walt jatuh ke dunia kejahatan. Bersama Elliott, Gretchen membangun Gray Matter Technologies dari riset yang sebagian besar dikontribusikan Walt, namun Walt keluar dengan kompensasi yang sangat minim. Bertahun-tahun kemudian, saat Walt membutuhkan bantuan finansial untuk pengobatan kankernya, Gretchen dan Elliott menawarkan bantuan yang oleh Walt dianggap merendahkan. Meski tidak kriminal secara legal, tindakan mereka dilihat sebagai pengkhianatan atau penghinaan yang menjadi salah satu pemicu yang mendorong Walt memilih jalan sebagai Heisenberg. Gretchen merepresentasikan tipe villain yang tidak sepenuhnya sadar akan dampak besar dari tindakannya.

11. Krazy-8

Domingo Gallardo Molina, atau Krazy-8, adalah seorang drug dealer sekaligus informan DEA yang menjadi salah satu korban pertama Walt. Meskipun terlibat dalam bisnis narkoba dan mengkhianati rekan-rekannya dengan menjadi snitch, Krazy-8 sebenarnya bukanlah villain yang benar-benar jahat. Adegan ketika Walt menahannya di basement memperlihatkan sisi humanis Krazy-8, mereka berbincang tentang kehidupan dan keluarga, bahkan Walt sempat mempertimbangkan untuk melepaskannya. Namun ketika Walt menemukan pecahan piring yang disembunyikan Krazy-8 untuk menyerangnya, ia terpaksa mencekiknya hingga tewas. Krazy-8 adalah small-time criminal yang berada di tempat yang salah pada waktu yang salah, dan kematiannya menjadi point of no return pertama dalam perjalanan gelap Walter White.

10. Mike Ehrmantraut

Mike adalah karakter yang complex, dia professional hitman dan fixer yang telah membunuh banyak orang, tapi dia punya moral code yang jelas. Dia tidak membunuh tanpa alasan, tidak menyakiti anak-anak, dan motivasi utamanya adalah menyediakan masa depan untuk cucunya. Mike adalah “honorable criminal” yang menjalankan pekerjaan kotor dengan profesionalisme. Dia terlibat dalam pembunuhan, intimidasi, dan berbagai crime lainnya, tapi dia melakukannya dengan reluctance dan pragmatism daripada sadism. Yang membuat Mike masuk list ini adalah body count-nya yang tinggi dan fakta bahwa dia enabler bagi operasi Gus dan Walt. Namun dibanding villain lain, Mike punya humanity yang membuatnya lebih mendapat simpati dari penonton.

9. The Cousins (Marco dan Leonel Salamanca)

Marco dan Leonel Salamanca, yang dikenal sebagai “The Cousins”, adalah dua hitmen kembar dari kartel Meksiko yang bekerja dengan tingkat efisiensi mematikan dan ketenangan yang supernatural. Mereka hampir tidak pernah berbicara, namun komunikasi tanpa kata yang mereka tunjukkan justru menciptakan aura yang sangat mengintimidasi. The Cousins terkenal dengan metode pembunuhan mereka yang brutal, termasuk merangkak di tanah sambil membawa kapak untuk mengeksekusi target, benar-benar disturbing.

Misi mereka untuk membunuh Walt atas perintah Hector Salamanca lalu belok terlebih dahulu untuk menyerang Hank, mengakibatkan Hank mengalami trauma fisik yang besar, hampir lumpuh, sekaligus trauma psikologis. Yang membuat duo ini begitu mengerikan adalah ketiadaan emosi, mereka seperti Terminator, membunuh dengan presisi mekanis, tanpa rasa bersalah atau ragu sedikit pun. The Cousins mungkin adalah perwujudan kekerasan kartel yang mendekati aslinya.

8. Don Eladio Vuente

Don Eladio adalah pemimpin kartel Meksiko yang powerful dan ruthless. Ia adalah kingpin yang berada di puncak piramida kriminal, menikmati kemewahan sementara para bawahannya melakukan dirty work. Eladio bertanggung jawab atas kematian Max Arciniega, partner bisnis sekaligus sosok yang sangat dekat dengan Gus Fring, yang ia eksekusi di depan mata Gus sebagai hukuman dan peringatan. Peristiwa inilah yang menjadi katalis bagi revenge arc Gus yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Eladio merepresentasikan gaya kepemimpinan kartel lama: arogan, brutal, dan merasa tak tersentuh. Ia mempertahankan kekuasaannya melalui ketakutan dan kekerasan, tanpa peduli seberapa banyak nyawa yang harus dikorbankan. Kematiannya di pesta kolam renang ketika Gus meracuni seluruh jajaran pimpinan kartel menjadi salah satu momen paling satisfying.

7. Tuco Salamanca

Tuco Salamanca adalah drug dealer yang pergerakannya tidak bisa ditebak sekaligus brutal. Dan parahnya, dia juga kecanduan meth sehingga menjadikannya salah satu antagonis paling memorable di season awal Breaking Bad. Ia adalah walking time bomb, suasana hatinya bisa berubah dari ramah menjadi homicidal dalam hitungan detik. Ia pernah memukuli anak buahnya hingga tewas karena kesalahan kecil, menculik Walt dan Jesse dengan rencana membawa mereka ke Meksiko, dan tidak ada yang bisa menebak apa langkahnya berikutnya.

Yang membuat Tuco begitu mengerikan adalah kombinasi paranoia akibat meth, temperamen ekstrem, dan kurangnya kontrol diri. Ia tidak memiliki strategi jangka panjang atau rencana yang terukur, yang ada hanyalah pure madness.

6. Hector Salamanca

Hector “Tio” Salamanca adalah kartel veteran yang meskipun sudah lumpuh dan hanya bisa berkomunikasi lewat lonceng, tetap menjadi salah satu villain paling menakutkan. Sebelum terkena stroke, Hector adalah enforcer brutal yang bertanggung jawab atas banyak pembunuhan, termasuk percobaan pembunuhan terhadap para rival dengan mengubur mereka hidup-hidup. Bahkan setelah terikat di kursi roda, ia masih memancarkan aura ancaman yang kuat. Kebenciannya terhadap Gus Fring begitu intens hingga ia rela mengorbankan dirinya dalam suicide bombing yang ikonik.

Yang membuat Hector benar-benar jahat adalah kenikmatan yang ia ambil dari penderitaan orang lain. Ia tersenyum saat mendengar kekerasan, dan ia tidak menunjukkan penyesalan sedikit pun atas para korbannya. Hubungannya dengan keluarga Salamanca menampilkan loyalitas yang terdistorsi, ia mencintai keluarganya, tetapi sekaligus mencemari otak mereka dengan gaya hidup penuh kekerasan. Hector adalah anggota kartel old-school yang percaya pada blood and honor, dan ia bersedia melakukan apa pun untuk menjaga nama Salamanca.

5. Lydia Rodarte-Quayle

Lydia adalah corporate executive di Madrigal Electromotive yang terlibat dalam distribusi methamphetamine berskala internasional. Yang membuatnya layak masuk top 5 villain terjahat di series Breaking Bad adalah kontras antara penampilannya sebagai businesswoman yang selalu nampak cemas dengan sifat kejamnya yang absolut. Ia bisa dengan mudah memerintahkan sebuah series pembunuhan demi melindungi dirinya sendiri. Lydia adalah orang kotor yang tidak mau mengotori tangannya sendiri, namun tak ragu menyuruh orang lain membunuh atas namanya. Gangguan anxietynya bukan melemahkannya justru menjadikannya lebih tidak stabil dan makin berbahaya.

Lydia jadi orang penting yang memperluas distribusi meth Walt ke pasar Eropa, menghasilkan jutaan dolar dari penderitaan orang lain sambil mempertahankan kesan sebagai single mother yang terhormat. Ia adalah bentuk kemunafikan paling ekstrem: menikmati keuntungan dari bisnis narkoba tanpa mau mengakui implikasi moralnya. Adegan ketika ia dengan santai memerintahkan pembantaian anak buah Mike di penjara, atau saat ia menyarankan meracuni kompetitor, menunjukkan bahwa di balik sikap gugupnya, Lydia adalah sosok yang kalkulatif dan berdarah dingin. Kematian Lydia lewat risin yang Walt masukkan ke stevia-nya adalah poetic justice bagi seseorang yang selalu berusaha menjauh dari konsekuensi perbuatannya.

4. Todd Alquist

Todd adalah salah satu karakter paling disturbing di Breaking Bad karena ia adalah psikopat yang sopan, tenang, dan tidak menunjukkan emosi saat melakukan kekejaman. Ia menembak anak kecil, Drew Sharp, setelah train heist tanpa ragu atau penyesalan setelahnya. Memperlakukannya seperti keputusan bisnis yang “perlu”. Todd seperti anak anjing yang selalu ingin menyenangkan figur otoritas, tetapi ia sama sekali tidak memiliki empati atau kompas moral. Ia melakukan hal-hal mengerikan dengan sikap ramah dan nada santai, yang justru membuat tindakannya semakin menakutkan.

Yang menempatkan Todd di jajaran top 5 villain adalah kombinasi kesopanannya dan kejahatannya yang absolut. Ia membunuh pacar Jesse, Andrea, tepat di depan Jesse untuk memastikan Jesse tetap patuh untuk tetap memasak meth. Tindakannya tidak dilakukan dengan amarah atau sadisme yang jelas, melainkan dengan efisiensi datar yang sangat mengerikan. Todd adalah representasi dari banality of evil: sosok biasa yang mampu melakukan tindakan sadis karena ia tidak memiliki respons emosional terhadap penderitaan orang lain. Hubungannya yang creepy dengan Lydia serta devosinya kepada Uncle Jack menunjukkan bahwa Todd adalah tipe pengikut yang sangat berbahaya, karena ia bersedia melakukan apa pun demi mendapatkan persetujuan, tanpa pernah mempertanyakan moralitas tindakannya.

3. Jack Welker

Jack Welker adalah pemimpin geng neo-Nazi yang ruthless, rasis, dan benar-benar brutal. Ia dan gengnya bertanggung jawab atas prison massacre yang menewaskan 10 orang dalam hitungan menit di beberapa lokasi sekaligus. Sebuah pembantaian terkoordinasi yang menunjukkan tingkat organisasi sekaligus kebengisan mereka. Jack adalah kriminal old-school yang mengandalkan kekerasan dan intimidasi. Tidak seperti Gus yang berusaha tampil seperti pebisnis, Jack adalah preman murni yang menggunakan kekuatan untuk mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Gengnya terlibat sebagai pembunuh bayaran, produksi dan perdagangan meth, dan berbagai kegiatan kriminal lainnya.

Yang membuat Jack layak masuk top 3 adalah ketidakpeduliannya yang total terhadap nyawa manusia dan niat jahatnya yang murni. Ia membunuh Hank Schrader di depan Walt meskipun Walt memohon sambil menawarkan banyak uang agar Hank diselamatkan, menunjukkan bahwa Jack tidak punya honor atau belas kasihan. Ia kemudian bersama Todd memperbudak Jesse, memaksanya memasak meth sambil membuatnya tetap dirantai seperti binatang. Jack mencuri uang Walt, membunuh anggota keluarganya, dan menghancurkan hidupnya tanpa berpikir dua kali.

2. Walter White

Walter White adalah protagonis yang berubah menjadi antagonis, transformasi dari “Mr. Chips” menjadi “Scarface” menjadi inti dari Breaking Bad. Walt awalnya dikenal sebagai sosok yang simpatik, guru kimia yang tidak dihargai, didiagnosis kanker, dan putus asa ingin memastikan masa depan keluarganya. Namun seiring cerita berkembang, semakin jelas bahwa motivasinya tidak hanya tentang keluarga, melainkan tentang ego, kekuasaan, dan kebutuhan untuk membuktikan dirinya pada semua orang. Ia membiarkan Jane mati demi mempertahankan kontrol atas Jesse. Ia meracuni Brock untuk memanipulasi Jesse. Ia memerintahkan pembunuhan Mike dan 10 saksi di penjara. Jumlah korban Walt sangat tinggi, dan banyak di antaranya sebenarnya tidak perlu terjadi.

Yang menempatkan Walt sebagai runner-up dalam daftar ini adalah fakta bahwa ia adalah arsitek dari kejatuhannya sendiri. Ia memiliki banyak kesempatan untuk berhenti, menerima bantuan, atau keluar dari permainan kotor, tapi harga diri dan egonya tidak mengizinkannya. Walt menghancurkan semua orang di sekitarnya, trauma Jesse, kematian Hank, penderitaan Skyler, dan kekecewaan Flynn, semuanya adalah konsekuensi langsung dari pilihan Walt. Ia sangat manipulatif, selain jenius ia juga pintar berakting, berkali-kali melakukan gaslighting terhadap Skyler dan Jesse. Pernyataannya “I did it for me” di episode terakhir adalah pengakuan bahwa seluruh penderitaan yang ia ciptakan sebenarnya demi memuaskan egonya sendiri.

Walt adalah cautionary tale tentang bagaimana seseorang yang biasa saja bisa berubah menjadi monster ketika ia membenarkan tindakannya dengan logika yang terdistorsi. Ia adalah villain yang kita saksikan berubah sedikit demi sedikit, dari seseorang yang bisa kita pahami, menjadi seseorang yang benar-benar jahat, dan justru itulah yang membuat kejahatannya begitu berdampak.

1. Gustavo Fring

Gustavo “Gus” Fring adalah villain terbaik dan terjahat dalam Breaking Bad berkat kombinasi kecerdasan, keganasan, dan facade yang ia bangun dengan sangat hati-hati. Gus adalah legitimate businessman yang menjalankan jaringan restoran Los Pollos Hermanos sekaligus memimpin imperium distribusi meth berskala besar. Ia adalah master dalam memisahkan identitas: tampil sebagai sosok ramah dan profesional di hadapan publik, namun di balik layar mengatur pembunuhan serta operasi narkoba dengan presisi sempurna. Gus adalah sosok yang kalkulatif dan sabar, ia menghabiskan puluhan tahun merencanakan balas dendam atas kematian Max, dan ketika rencana itu dieksekusi, seluruh pimpinan kartel musnah. Ia adalah strategic genius yang selalu berpikir beberapa langkah di depan semua orang.

Yang membuat Gus menempati posisi nomor satu adalah perpaduan seluruh kualitas yang mendefinisikan villain paling mengerikan. Ia memiliki keganasan Tuco, tetapi dengan kontrol diri yang baik. Ia memiliki kecerdasan Walt, tetapi tanpa ego yang menghancurkan diri sendiri. Ia memiliki kesiapan untuk membunuh ala Jack, tetapi dengan perencanaan yang matang. Adegan ketika ia berjalan tenang menantang sniper fire, atau ketika dia percaya diri saat berhadapan dengan The Cousins, menunjukkan tingkat kepercayaan diri dan kontrol diri yang luar biasa. Momen ketika ia menggorok leher Victor dengan box cutter, tanpa ragu dan sambil mempertahankan kontak mata dengan Walt dan Jesse, adalah salah satu adegan paling chilling dalam series ini.

Gus bersedia mengorbankan siapa pun, partner, karyawan, bahkan sekutu, demi mempertahankan imperiumnya dan menuntaskan balas dendam. Yang membuatnya benar-benar menakutkan adalah bahwa di balik sikapnya yang tenang dan profesional, tersembunyi lautan amarah dan kapasitas untuk kekerasan ekstrem. Gus Fring bukan hanya villain terbaik di Breaking Bad; ia juga layak dianggap sebagai salah satu karakter villain terbaik sepanjang masa, sebuah standar yang digunakan untuk mengukur villain dalam TV modern setelahnya.