MISSION: IMPOSSIBLE – THE FINAL RECKONING (2025)
Tom Cruise (Ethan Hunt), Hayley Atwell (Grace), Ving Rhames (Luther Stickell), Simon Pegg (Benji Dunn), Vanessa Kirby (Alanna Mitsopolis), Esai Morales (Gabriel), Pom Klementieff (Paris), Henry Czerny (Eugene Kittridge), Holt McCallany, Nick Offerman, Janet McTeer, Hannah Waddingham, Angela Bassett
Sutradara: Christopher McQuarrie | Produser: Paramount Pictures, Skydance Media, TC Productions | Genre: Action, Thriller, Adventure | Durasi: 172 menit | Tanggal Tayang: 23 Mei 2025
Ethan Hunt dan tim IMF melanjutkan perburuan mereka terhadap Entity, AI berbahaya yang telah menyusup ke jaringan intelijen di seluruh dunia. Dengan pemerintahan global dan sosok misterius dari masa lalu Ethan yang terus memburu mereka, Hunt harus berlomba dengan waktu untuk menghentikan Entity sebelum dia merusak dunia. Bergabung dengan aliansi baru adalah cara untuk mematikan Entity untuk selamanya, ini adalah misi terakhir yang menentukan nasib umat manusia sekaligus misi terakhir Ethan Hunt sebagai agen IMF.

Selling point dari franchise Mission: Impossible selalu jelas: aksi yang spektakuler, dan memacu adrenalin. Tom Cruise harus selalu menantang maut. Itulah yang kita cari setiap menonton franchise ini. Tapi anehnya, sekuens aksi pertama yang benar-benar ok di Final Reckoning baru muncul setelah 80 menit film berjalan. Delapan puluh menit! Sebelum itu? Yang kita dapat adalah narasi dan ngobrol-ngobrol kaku, flashback yang terlalu lama, dan checklist nostalgia yang terasa lebih seperti kewajiban daripada sesuatu yang organik. Tempo film tertatih-tatih selama lebih dari satu jam, terbebani oleh dialog yang terlalu serius dan karakter yang mengulang-ulang poin plot yang sudah kita tahu. Film ini kehilangan DNA yang membuat franchise ini spesial, sense of fun dan spontanitas yang bikin kita excited di setiap misinya.
Dead Reckoning Part One yang merupakan film sebelumnya dieksekusi dengan baik, thrilling dari awal sampai akhir. Sedangkan Final Reckoning sangat hambar dan membosankan, ceritanya seperti ditulis oleh AI, terlalu banyak repetisi. Ada usaha untuk membuat film ini jadi epic, tapi eksekusinya gagal memberikan payoff yang memuaskan. Bahkan ending-nya, baik dari segi aksi maupun perpisahan dramatis bergaya Lord of the Rings yang terlalu panjang, terasa underwhelming dan hampa secara emosional. Satu-satunya sekuens yang benar-benar deliver adalah adegan di kapal selam, tapi ya begitulah, 10-15 menit yang solid tidak bisa menyelamatkan film berdurasi hampir 3 jam dari mediocrity.
Tom Cruise sebagai Ethan Hunt masih memberikan komitmen fisik yang luar biasa. Di usia yang tidak lagi muda, Cruise tetap melakukan stunt-nya sendiri dan itu patut dihargai. Tapi komitmen fisik saja tidak cukup ketika karakternya tidak diberikan arc emosional yang compelling. Ethan di film ini terasa seperti going through the motions, melakukan apa yang harus dia lakukan karena itu pekerjaannya, bukan karena ada stakes personal yang real. Hayley Atwell sebagai Grace kembali tapi karakternya tidak berkembang dari film sebelumnya. Dia masih di posisi yang sama, dengan dynamic yang sama dengan Ethan. Tidak ada growth, tidak ada surprising turn, dia hanya ada karena harus ada.
Christopher McQuarrie yang sudah menggarap beberapa film MI terbaik di franchise ini sepertinya kehabisan ide segar untuk Final Reckoning. Film ini terasa seperti dia sedang mencentang boxes dari checklist daripada benar-benar bercerita dengan passion. Struktur naratifnya berantakan dengan terlalu banyak waktu dihabiskan untuk setup dan exposition yang lambat, sementara aksi yang seharusnya jadi highlight malah disisihkan ke bagian kedua film. McQuarrie biasanya excellent dalam crafting tension dan suspense bahkan di momen-momen tenang, tapi di sini semua terasa flat. Keputusan untuk membuat film hampir 3 jam juga tanda tanya, durasi panjang tidak masalah jika setiap menit terisi dengan substansi, tapi Final Reckoning punya banyak sekali bagian yang bisa dipotong tanpa kehilangan apa-apa.
Yang paling mengecewakan adalah lack of innovation dalam action choreography. MI selalu menawarkan stunt gila yang bisa kita lihat bahkan hanya dari teaser trailer yang makin kreatif di setiap installment-nya, tapi Final Reckoning tidak memberikan momen yang truly jaw-dropping atau game-changing. Ya, ada Tom Cruise memanjat pesawat dan set piece kapal selam yang ok, tapi tidak ada yang feels iconic atau memorable seperti memanjat Burj Khalifa, Halo jump, atau helicopter chase dari film-film sebelumnya. Semuanya terasa sudah pernah dilakukan dengan lebih baik di seri sebelumnya.
Secara teknis produksi, film ini masih berkelas. Sinematografi oleh Fraser Taggart memberikan visual yang crisp. Lokasi syuting yang beragam dari berbagai negara dicaptured dengan baik, meskipun tidak ada yang memorable. Action sequences yang ada difilmkan dengan clean dan mudah diikuti, tidak ada shaky cam yang berlebihan atau editing yang terlalu cepat. Sound design untuk explosions, gunfire, dan vehicle chases semuanya powerful dan immersive, memberikan pengalaman audio yang satisfying apalagi di IMAX.
Mission: Impossible – The Final Reckoning adalah salah satu entry terlemah dalam franchise ini, hanya sedikit lebih baik dari eksperimen John Woo di MI2 yang berantakan. Untuk sebuah film yang harusnya jadi grand finale dari salah satu action franchise terbesar, justru mengecewakan. Film ini gagal memberikan closure yang satisfying, gagal memberikan aksi yang memorable, dan gagal memberikan emotional payoff yang layak untuk perjalanan Ethan Hunt selama bertahun-tahun.
Untuk fans hardcore franchise yang sudah invested selama 7 film sebelumnya, Final Reckoning mungkin tetap worth watching sekadar untuk closure, meski closure-nya sendiri tidak memuaskan. Tapi sebagai standalone action movie atau bahkan sebagai MI film, ini biasa saja. Terlalu lambat, terlalu panjang, terlalu sedikit action yang berarti, dan terlalu banyak nostalgia tanpa substansi. Tom Cruise dan tim memang bekerja keras baik secara fisik maupun ide, tapi effort itu tidak di translate menjadi film yang mengesankan.
Rekomendasi: Hanya untuk sekedar menutup chapter Mission: Impossible. Kalau kamu casual moviegoer yang cari action film berkualitas, ada banyak pilihan yang jauh lebih baik, termasuk film-film MI sebelumnya. Tonton kalau kamu sudah nonton Dead Reckoning Part One dan merasa perlu tahu bagaimana ceritanya berakhir, tapi turunkan ekspektasi jauh-jauh. Ini bukan finale yang layak untuk franchise sekaliber Mission: Impossible.






Leave a Reply