No Other Choice (2025)
Cast: Man-su (Lee Byung-hun), Mi-ri (Son Ye-jin), Choi Seon-chul (Park Hee-soon), Gu Beom-mo (Lee Sung-min), Lee Ara (Yeom Hye-ran), Go Si-jo (Cha Seung-won), Oh Jin-ho (Yoo Yeon-seok).
No Other Choice (2025) berkisah tentang Man-su (Lee Byung-hun), seorang pria yang terjebak dalam lika-liku perjalanan hidup seorang kepala rumah tangga. Di saat gelombang PHK menyerang banyak pabrik karena kemajuan AI dan teknologi yang mampu menggantikan para buruh. Di situasi seperti ini Man-su harus mendapatkan pekerjaan baru setelah di PHK, dan karena persaingan yang kuat, demi mendapatkan pekerjaan baru ia harus mengeliminasi semua kompetitor nya.

Cerita bergerak perlahan, namun setiap langkah Man-su membawa ketegangan, menggesek hati setiap pria yang mempunyai kewajiban menafkahi keluarga. Tidak salah apabila banyak kritikus film yang menilai film ini adalah karya Park Chan Wook yang paling humanis dan sangat realistis sesuai di kehidupan zaman sekarang.
Film ini ditulis dengan struktur yang sangat matang. Banyak satire dan detail-detail kecil yang memperkaya narasi, yang bisa membuat film ini akan semakin bagus jika ditonton lebih dari satu kali karena akan membuka lapisan-lapisan baru yang sebelumnya luput. Meskipun temponya lambat, cerita tidak pernah terasa hambar, melainkan mengikat penonton untuk terus mengikuti ke mana kisah Man-su dan Mi-ri akan berujung.
Lee Byung-hun tampil brilian sebagai Man-su, bapak dua orang anak ini membawa intensitas emosional yang terasa hidup dari awal hingga akhir film. Son Ye-jin sebagai Mi-ri memberikan penampilan sebagai the real support system bagi Man-su, dimana ia selalu ada untuk suami dan keluarganya nya apapun yang terjadi. Chemistry antara Byung-hun dan Park Chan-wook sebagai sutradara benar-benar terasa, menghadirkan energi yang khas sepanjang film.
Park Chan-wook sekali lagi menunjukkan sentuhan khasnya. Penuh detail dan artistik. Ia memadukan narasi yang lambat namun intens dengan ritme yang memikat. Perhatian Park terhadap detail visual dan setting adegan membuat setiap frame terasa penting. Secara visual, film ini sangan memanjakan mata. Transisi lembut, penggunaan dissolve, dan komposisi gambar yang elegan menghadirkan pengalaman sinematik yang khas Park. Musik menjadi salah satu kekuatan utama, tidak hanya memperkuat suasana tapi juga menjadi bagian integral dari narasi. Salah satu momen paling berkesan adalah adegan konflik yang diiringi musik keras, menghasilkan intensitas emosional yang luar biasa meski disisipkan banyak komedi.
No Other Choice (2025) adalah satu dari banyak karya Park Chan Wook yang memadukan misteri, drama, dan estetika visual menjadi satu pengalaman sinematik yang sulit dilupakan. Dengan akting luar biasa Lee Byung-hun, penyutradaraan penuh visi Park Chan-wook, serta musik dan sinematografi yang ciamik, film ini menegaskan dirinya sebagai salah satu karya terbaik tahun ini. Sebuah film yang tidak hanya memuaskan saat ditonton pertama kali, tapi juga semakin kaya ketika ditonton lebih dari satu kali.







Leave a Reply