Review – Rangga & Cinta (2025) | Adaptasi Musikal Dari Film Legendaris AADC

Rangga & Cinta (2025)

Cast:

Rangga (El Putra Sarira), Cinta (Leya Princy), Alya (Jasmine Nadya), Milly (Katyana Mawira), Maura (Kyandra Sembel), Karmen (Daniella Timiwa), Mamet (Rafly Altama), Borne (Rafi Sudirman), Yusrizal (Joseph Kara), Mr. Wardiman (Hakim Ahmad), Ayah Cinta (Irgi Fahrezi), Ibu Cinta (Anita Rahayu), Mr. Taufik (Yosep Anggi Noen), Limbong (Boris Bokir), Rama (Gerald Situmorang), Wasit Basket (Andovi da Lopez), Ibu Alya (Yaneke Anggoro).

Sinopsis:
Jakarta di awal 2000-an, Cinta adalah siswi SMA populer dengan hidupnya yang tertata bersama geng mading-nya. Suatu hari di perlombaan puisi sekolah, Rangga siswa pendiam yang lebih sering menyendiri dengan buku-bukunya secara tak terduga merebut perhatian Cinta setelah menang. Kekalahan itu menjadi titik mula ketertarikan dan gesekan antara dua dunia yang berbeda: kehidupan sosial Cinta dan dunia introvert Rangga. Ketegangan antara cinta, persahabatan, dan pilihan pribadi terus berkembang, sementara film ini mengemas perjalanan mereka dengan format musikal yang menyelipkan lagu-lagu sebagai pengungkap emosi.

Pada segi penulisan sayangnya, kekuatan utama film tidak terletak disini. Alur cerita terasa klise, dengan dialog yang kerap jatuh ke ranah cringey sehingga menimbulkan beberapa momen awkward. Alih-alih menghadirkan kedalaman emosional, cerita yang sesungguhnya tanpa modifikasi besar dan hampir sama dengan originalnya sering kehilangan arah dan membuat penonton sulit terhubung dengan perjalanan para karakter. Potensi besar yang ada pun tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Penyampaian cerita yang kurang matangpun sebetulnya bisa disebabkan dari segi akting mayoritas pemeran terutama Geng Cinta yang terasa kurang hidup dan gagal memberikan chemistry yang meyakinkan. Meski begitu ada beberapa karakter yang bisa tetap menjaga vibes dari originalnya dengan tetap memberikan kesan fresh ala Gen Z seperti El Putra Sarira sebagai Rangga berhasil tampil memukau dengan energi karismatiknya, dan Jasmine Nadya sebagai Alya dengan akting yang cukup memukau bisa membuat beberapa adegan terasa lebih bernyawa. Kehadiran mereka setidaknya memberikan secercah cahaya di tengah penampilan cast lainnya yang datar.

Di balik kelemahan cerita dan akting, duet Mira Lesmana dan Riri Riza masih cukup solid. Ia masih mampu menjaga ritme musikal agar tidak sepenuhnya jatuh ke titik membosankan, serta menyelipkan beberapa momen yang menunjukkan kepekaannya terhadap beberapa karakter.

Sinematografi film ini tampil dengan komposisi visual yang catchy, beberapa part musikal di tampilkan dengan ciamik. Namun yang benar-benar menjadi highlight adalah adegan piano dan nyanyian El Putra Sarira. Membawakan lagu Tentang Seseorang yang sebelumnya dibawakan oleh Anda Perdana, ia berhasil menciptakan momen magis yang menghipnotis. Adegan ini menjadi titik puncak emosional dan keindahan dari film ini.

Rangga & Cinta (2025) pada akhirnya adalah film yang tertolong hanya oleh rasa nostalgia, pesona dan suara indah El Putra Sarira, serta arahan Riri Riza yang cukup baik. Namun, kelemahan penulisan dan cast yang kurang meyakinkan membuat film ini sulit dinikmati sepenuhnya. Magical moment dalam adegan piano dan nyanyian El Putra Sarira memang luar biasa, tetapi tidak cukup untuk menyelamatkan keseluruhan film.