Review – Weapons (2025) | Horror Terbaik Tahun Ini Dengan Storytelling Yang Unik

WEAPONS (2025)

Josh Brolin (Archer), Julia Garner (Justine), Alden Ehrenreich (Paul), Austin Abrams (James), Benedict Wong, Amy Madigan

Sutradara: Zach Cregger | Produser: New Line Cinema, BoulderLight Pictures | Genre: Horror, Mystery, Thriller | Durasi: 128 menit | Tanggal Tayang: 8 Agustus 2025


Di sebuah kota kecil, tujuh belas anak dari kelas yang sama tiba-tiba menghilang secara misterius pada malam yang sama, di waktu yang persis pada 2:17 dini hari. Hanya satu anak yang tersisa, dan hilangnya begitu banyak siswa dalam satu malam menciptakan kepanikan massal di kota itu. Orang tua, polisi, dan warga setempat mulai mencari jawaban, apa atau siapa yang ada di balik penghilangan massal ini?

Film ini mengikuti berbagai karakter yang saling terhubung dalam timeline yang kompleks, masing-masing mengungkap potongan-potongan puzzle yang lebih besar dan lebih menakutkan tentang apa yang sebenarnya terjadi di kota mereka. Setiap cerita mengungkapkan layer baru dari misteri yang melibatkan kekuatan supernatural yang gelap dan mengancam.


Weapons adalah film yang benar-benar segar dan berbeda dari kebanyakan horror yang kita lihat belakangan ini. Ini bukan sekadar film tentang hantu atau monster, ini adalah horror epic dengan struktur naratif yang kompleks dan pendekatan yang sangat terkalkulasi. Film ini terasa seperti sesuatu yang direncanakan dengan sangat detail, di mana setiap kepingan puzzle punya tempatnya masing-masing. Zach Cregger yang sebelumnya bikin kejutan besar dengan Barbarian kembali membuktikan dia punya visi yang unik untuk genre horror, dan kali ini dia melaju dengan scope yang jauh lebih luas. Film ini menggunakan struktur multi-narrative yang saling berkaitan, mirip dengan film-film ensemble mystery tapi dengan twist horror yang mengerikan. Setiap storyline punya tensi tersendiri, dan ketika semua mulai terungkap, hasilnya sangat bikin puas.

Yang bikin film ini groundbreaking adalah bagaimana Zach Cregger membangun mystery-nya. Bukan dengan jump scares atau gore yang berlebihan, tapi dengan pertanyaan yang terus bermunculan. Setiap reveal membuka pertanyaan baru, dan struktur non-linear-nya membuat kita harus satukan kepingan itu sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Ini adalah film yang menghormati intelligence audience-nya dan tidak menyuapi kita begitu saja semua jawaban. Namun film ini bukan tanpa kelemahan. Salah satu masalah terbesar adalah pacing yang tidak konsisten. Ada bagian-bagian di mana film terasa lambat banget, dengan beberapa scene yang terasa tidak perlu dan cuma jadi filler yang mengganggu momentum cerita. Ketika film sedang build-up tension dengan bagus, tiba-tiba ada scene yang memperlambat segalanya tanpa memberikan kontribusi berarti ke plot atau character development. Ini bikin pengalaman nonton jadi agak melelahkan di beberapa bagian.


Josh Brolin sebagai Archer membawa intensity yang dibutuhkan untuk role-nya. Karakternya adalah salah satu jangkar dari multiple storylines, dan Brolin berhasil deliver dengan brilian. Dia punya presence yang kuat di setiap scene-nya, dan meski screentime-nya tidak banyak, setiap momen yang dia dapat terasa penting. Julia Garner sebagai Justine juga tampil baik. Julia Garner yang sudah proven dengan perannya di Ozark membawa bobot yang perfect untuk karakternya. Ada intensitas dalam acting-nya yang membuat kita care apa yang terjadi pada karakternya, dan beberapa scene terakhirnya benar-benar powerful secara emosional.

Benedict Wong, Amy Madigan, dan ensemble cast lainnya semua berkontribusi dengan baik ke keseluruhan atmosfir film. Masing-masing karakter punya arc-nya sendiri yang meski tidak semuanya fully developed, tapi cukup untuk membuat kita invested dalam arc mereka.


Zach Cregger membuktikan kesuksesan Barbarian bukan kebetulan. Di Weapons, dia menunjukkan bahwa dia punya pemahaman yang dalam tentang bagaimana membangun horror yang cerebral dan atmosferik. Itulah yang membuat film ini terasa padu meski dengan struktur yang kompleks. Cregger punya kemampuan langka untuk mempertahankan tensi dalam periode panjang tanpa mengandalkan jumpscare murahan.


Secara visual, Weapons sangat memukau. Sinematografi oleh Eli Born sangat atmosferik dengan penggunaan lighting yang menciptakan rasa tidak nyaman khas horror berkualitas. Banyak adegan diambil dalam cahaya rendah atau dengan bayangan yang berat, membuat penonton terus-menerus memindai frame untuk ancaman potensial. Palet warnanya desaturasi dengan dominasi tone dingin, abu-abu, dan hijau yang redup, yang memberikan film rasa dingin dan menekan. Desain produksi juga keren. Setting kota kecil Amerika terasa autentik dan nyata. Rumah-rumah, sekolah, dan ruang publik tidak terasa seperti set film tapi seperti tempat yang benar-benar ada. Perhatian terhadap detail dalam properti dan dressing benar-benar menjual realitas dari dunia ini, yang membuat elemen horror lebih mengganggu ketika mereka muncul.


Weapons adalah film yang sangat ambisius dan dalam banyak aspek berhasil secara spektakuler. Ini adalah film horror yang cerdas, dikerjakan dengan baik, dan benar-benar original dalam pendekatannya. Zach Cregger membuktikan bahwa dia adalah sineas dengan visi yang jelas dan kemampuan untuk mengeksekusi narasi kompleks dengan percaya diri. Film ini akan resonan dengan fans yang menghargai horror yang lebih atmosferik, yang tidak butuh banyak aksi konstan tapi lebih suka tensi lambat yang membangun ke sesuatu yang powerful. Secara teknis film ini mengesankan baik di akting, penyutradaraan visioner, sinematografi indah.

Rekomendasi: Sangat direkomendasikan untuk fans horror yang mature. Ini bukan popcorn horror dengan jump scare setiap lima menit, tapi film yang membutuhkan perhatian dan kesabaran. Kalau kamu suka film seperti Hereditary, The Witch, atau bahkan misteri non-horror seperti Prisoners, kamu akan menghargai pendekatan yang Weapons ambil. Tonton dengan fokus dan biarkan kompleksitas naratifnya terungkap, ini adalah film yang memberi hadiah untuk penonton yang teliti dan akan menempel di ingatan lama setelah credits bergulir. Meski ada kelemahan dalam tempo dan motivasi karakter, paket keseluruhannya cukup kuat untuk menjadikan ini salah satu film horror memorable tahun ini.